Jumat, 08 November 2013

Cara Mengatasi Sakit Gigi Pada Ibu Hamil


Sakit gigi dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Bahkan, ibu hamil juga bisa terserang sakit gigi. Namun, sebaiknya jangan sepelekan sakit gigi yang diderita ibu saat sedang hamil. Berbeda kondisi, berbeda juga seharusnya perlakuannya.

Salah mengatasi masalah sakit gigi pada bumil dapat memicu terjadinya kelahiran prematur, bahkan parahnya hingga keguguran, demikian seperti dikatakan Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Drg Zaura Anggraini, seperti dikutip dari Antara. "Ibu hamil dengan kondisi gigi yang mengalami kerusakan parah akan merangsang keluarnya hormon prostaglandin," jelas Zaura pada jumpa pers di Jakarta, Jumat malam.

Hormon prostaglandin dapat merangsang kontraksi pada rahim, sehingga apabila kontraksi ini terus menerus menyerang, maka kelahiran prematur atau keguguran dapat terjadi. Dan ini tidak hanya berbahaya bagi janin, tetapi juga bahaya bagi ibu.

Perubahan hormon yang dialami oleh ibu hamil dapat menyebabkan kondisi gusi menjadi lebih lunak sehingga dapat memicu terjadinya peradangan gusi, terutama pada ibu hamil dengan kondisi gigi dan mulut yang tidak dirawat dan dibersihkan dengan baik.

"Ini diawali dengan tanda gusi berdarah, meskipun seringkali dianggap sepele, tapi ini bisa berbahaya," jelas Zaura.

Zaura memaparkan bahwa gusi berdarah sudah menandakan adanya peradangan gusi. "Kalau terjadi pendarahan gusi pada saat menyikat gigi, berarti ada yang belum bersih sehingga terjadi inflamasi," jelas Zaura.

Oleh sebab itu bila saat menyikat gigi terjadi pendarahan sebaiknya jangan takut dan teruskan menyikat gigi supaya bersih, karena kondisi ini menandakan adanya plak atau sisa makanan yang masih menempel.

Lebih lanjut Zaura juga menjelaskan bahwa perubahan hormon pada ibu hamil dapat mempengaruhi kesehatan mulut dan gigi.

Sebagai contoh, ibu hamil yang pada trimester pertama sering mengalami mual dan muntah akan mengalami kelebihan liur.

Bila tidak rajin berkumur dan menyikat gigi, maka kuman dan bakteri di sekitar gigi dan mulut akan lebih mudah tumbuh, bau mulut (halitosis) dan jamur atau sariawan pada rongga mulut juga akan lebih mudah terjadi.

Zaura mengemukakan bahwa kondisi ini dapat dicegah dengan merawat dan menyikat gigi setidaknya dua kali sehari yaitu saat pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Pada malam hari, aktivitas mulut berkurang dan secara otomatis air liur juga berkurang. Hal ini mengakibatkan jumlah bakteri di dalam mulut meningkat dua kali lipat.

"Sisa makanan lalu akan difermentasi oleh bakteri menjadi asam. Nah, asam inilah yang berbahaya karena melarutkan mineral gigi sehingga mengakibatkan karies serta masalah mulut dan gigi lainnya," kata dia.

Oleh sebab itu sebelum masa kehamilan, kaum perempuan juga sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan gigi secara berkala atau setiap enam bulan sekali ke dokter gigi.

"Sayangnya, menurut Riset Kesehatan Dasar 2007, hanya 13,3 persen masyarakat Indonesia yang rutin memeriksakan gigi setiap enam bulan sekali ke dokter gigi. Ini sangat memprihatinkan," keluh Zaura.

Zaura mengemukakan bahwa masyarakat seharusnya sadar akan pentingnya merawat dan menjaga kesehatan gigi, karena menurut dia gigi merupakan salah satu organ penting yang dapat memengaruhi kesehatan.

Selasa, 29 Oktober 2013

Cara Alami Jadikan kulit Putih


Cara alami jadikan gigi putih. Ini hal yang menarik bukan? Agar tetap menjaga kesehatan mulut, Anda tentu ingin mendapatkan kesegaran dalam bernafas tentunya. Pada dasarnya, kita telah memiliki warna gigi yang putih. Tetapi karena begitu banyaknya berbagai macam zat makanan maupun minuman yang masuk melewati selah-selah gigi, dan juga karena faktor usia maka warna gigi pun tidak bisa bertahan lama dengan warna aslinya.

      Oleh karena itu, mengapa kita harus tetap menjaga kebersihan mulut terutama gigi agar Anda tampil lebih percaya diri. Namun, jika Anda bermasalah dengan tampilan gigi, jangan khawatir tidak dapat teratasi karena saat ini banyak cara untuk mengatasi hal tersebut.

Berikut beberapa cara alami yang harus Anda lakukan jika ingin tetap menjaga gigi tetap bersih dan putih :

    Penyebab perubahan warna dan kerusakan gigi bisa dipengaruhi oleh faktor minuman. Jika Anda ingin warna gigi tetap putih dan terjaga kesehatannya, Anda bisa gunakan sedotan saat minum kopi, teh, minuman bersoda, ataupun minuman lainnya yang dapat merusak dan merubah warna gigi. Dengan begitu, minuman tidak terkena langsung pada gigi.

    Mengkonsumsi makanan alami yang berperan efektif untuk membersihkan dan sebagai pemutih gigi bisa Anda konsumsi setiap hari, seperti buah dan sayuran diantaranya, apel, wortel, dan seledri.

    Gunakan strawberry sebagai bahan pemutih alami gigi Anda. Ini sangat mudah. Hancurkan strawberry dan kemudian tempelkan pada seluruh gigi Anda dengan menggunakan jari. Kemudian diamkan selama satu hingga dua menit. Setelah selesai, gosoklah gigi secara menyeluruh hingga bersih.

    Gigi sangat mudah terkena zat dari minuman dan makanan. Oleh karena itu, Anda bisa mencegah noda gigi atau plak dengan menggunakan brokoli, daun selada atau bayam. Terbukti dengan menggunakan sayuran tersebut dapat membantu untuk mencegah noda gigi.

    Pasta gigi tentu juga sangat berperan penting dalam membantu membersihkan dan memutihkan gigi. Anda bisa mencari pasta gigi jenis pemutih dengan menggunakan enzim dan formula kimia yang banyak dijual di pasaran. Namun hasil yang diperoleh tentu tidak cepat dan membutuhkan waktu yang lama, serta dibutuhkan proses intensif Anda melakukannya untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

    Cara alami dan paling mudah lainnya yaitu merawat gigi tiga kali sehari dengan menggosok gigi agar tetap terjaga kebersihannya dan juga tetap putih. Lakukan hal tersebut setelah makan dan juga sebelum tidur. Namun perlu Anda ingat dalam menggosok gigi untuk selalu berhati-hati dan jangan terlalu keras, karena hal tersebut dapat merusak dan membuat gigi menjadi abrasi.

    Anda ingin proses yang cepat dan lebih mudah bukan dalam memutihkan gigi. Dengan melakukan model perawatan seperti bleaching (pemutihan) bisa Anda lakukan di klinik gigi dan klinik kecantikan. Jika Anda lebih memilih perawatan jenis ini, maka hasilnya pun akan bertahan selama dua hingga tiga tahun. Walaupun dengan setelah di bleaching pun, Anda juga harus tetap menjaga apa yang Anda konsumsi baik minuman ataupun makanan.

Untuk itu, dengan melakukan cara alami di atas maka Anda dapat menjaga dan merawat kesehatan mulut terutama gigi setiap harinya. Rawatlah sebelum terlanjur menjadi rusak dan Anda bisa merawat gigi dengan baik secara intensif. Tersenyumlah, karena gigi yang putih menanti Anda untuk tersenyum.

Senin, 21 Oktober 2013

Cara Atasi Gangguan Gigi Sensitif


Sensitif tak selamanya menjadi momok yang menakutkan jika Anda mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk mencegah sebelum terjadi gangguan.

Gigi sensitif tak hanya merusak kenikmatan saat menyantap makanan dan minuman. Bahkan membuat fungsi otak tak bisa berkerja optimal. Dengan demikian, mengetahui panduan jadi masuk akal, supaya penanganan yang diambil optimal dan keluhan  cepat sembuh. 
Lantas, apa saja langkah-langkah untuk mengatasi gigi sensitif itu?

Drg. Zaura Rini Anggraini MDS., selaku Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia, mengenai mengatasi gigi sensitif,:

Cari penyebab gigi sensitif Anda

Bagi orang yang sudah mengalami gigi sensitif wajib mengetahui penyebab awal gigi sensitif. Pasalnya ada dua macam penyebab yang dapat membuat gigi seorang jadi sensitif. Semisal gigi sensitive akibat kerusakan karang gigi atau gigi bolong, pada kasus ini seseorang harus diobati duhulu kerusakannya, entah di cabut atau ditambal. Kemudian, bila masalah pertama selesai, barulah masuk ke dalam penanganan gigi sensitifnya. Karang gigi ini sendiri bisa dipicu penumpukan sisa makanan yang dibiarkan, hingga membuat pengikisan gigi dan gangguan saraf gigi pun tinggal menunggu waktu.

Sementara, khusus bagi penderita gigi sensitif, penanganan tergantung keluhannya seperti apa. Pasalnya, untuk urusan sakit gigi, setiap orang pasti berbeda keluhan-keluhannya.

Memakai pasta gigi sensistif

Carilah pasta gigi sensitif yang mengadung kandungan yang dibutuhkan untuk mengatasi keluhan gigi sensitif Anda. Pasta gigi tersebut harus memiliki kandungan HAP mineral, Potassium Citrate, Sodium Monofluorophospate, dan Zinc Citrate yang nanti mengolesi gigi Anda.

Rutin kontrol ke dokter enam bulan sekali

Berhasil atau tidaknya penanganan gigi sensitif, seseorang harus tetap kontrol sebulan sekali ke dokter gigi. Hal ini dibutuhkan untuk melihat kondisi terakhir gigi Anda, apakah keluhan gigi sensitif sudah benar-benar hilang atau masih membutuhkan treatment lain bila belum sembuh. Di samping itu, hal ini juga upaya untuk melihat kesehatan gigi Anda secara menyeluruh

Rabu, 09 Oktober 2013

Cara Merawat Gigi Agar Tetap Putih Dan Sehat


Seiring berjalannya waktu, gigi terkespos oleh makanan dan berbagai hal yang menjadikan gigi menguning. Saat ini memang telah banyak cara mudah dan praktis untuk memutihkan gigi yaitu menggunakan bleaching gigi, namun bagi sebagian orang merasa kurang nyaman dengan produk pemutih gigi tersebut.

Rasa ngilu sering dirasakan setelah menggunakan bleaching. Ada cara tradisional untuk menjaga gigi agar tetap putih. Memang menggunakan bleaching hasilnya lebih efektif, namun cara-cara tradisional ini pun bisa diandalkan, seperti dikutip dari Huffington Post.

1. Stroberi
Kandungan asam malat yang terkandungan dalam stroberi, berkhasiat untuk mengubah warna gigi menjadi lebih putih. Dr. Adinda Carrel, seorang dokter gigi di New York menjelaskan bahwa stroberi merupakan cara murah untuk mencerahkan senyum Anda. Namun, jangan digunakan terlalu sering, kandungan asamnya dapat merusak enamel gigi. Caranya, hancurkan satu stroberi matang dan gosokkan pada gigi. Diamkan selama lima hingga 10 menit. Kemudian sikat gigi sampai bersih dengan pasta gigi.

2. Kulit Lemon
Anda juga bisa memanfaatkan kulit lemon untuk mencerahkan warna gigi. Caranya, kupas buah lemon dan pisahkan kulitnya. Gosoklah kulit lemon pada gigi secara menyeluruh selama lima menit. Kemudian sikat gigi sampai bersih dengan pasta gigi.

3. Buah dan Sayuran yang Renyah
Buah dan sayuran yang renyah seperti apel, pir dan wortel bekerja seperti sikat gigi alami dan pemutih gigi. Buah dan sayuran renyah tersebut dapat mengangkat noda dan membersihkan gigi secara maksimal tanpa merusak enemel gigi. Makanlah buah dan sayuran setelah Anda makan besar.

4. Keju
Makan keju setelah makan besar sangat baik untuk gigi. Keju dan produk susu lainnya seperti yoghurt dan susu mengandung kalsium yang dapat memutihkan dan menguatkan gigi.

5. Baking Soda
Satu lagi bahan alami yang terkenal untuk memutihkan gigi, yakni baking soda. Baking soda memiliki sifat yang dapat menghilangkan noda pada permukaan gigi. Namun, baking soda juga dapat merusak gigi. Sama halnya dengan stroberi baking soda tidak boleh sering diaplikasikan. Minimal satu atau dua bulan sekali. Caranya dengan menyebarkan baking soda ke seluruh permukaan gigi. Diamkan selama lima hingga 10 menit. Kemudian sikat gigi sampai bersih dengan pasta gigi.

Selasa, 01 Oktober 2013

Cara Menghilangkan Plak Gigi


Cara menghilangkan karang gigi / plak pada gigi
Menyikat gigi secara teratur

Salah satu cara untuk membersihkan karang pada gigi dan mencegahnya adalah menyikat gigi secara teratur. Lakukan sikat gigi dua kali sehari atau minimal satu kali sebelum Anda tidur di malam hari.

membersihkan menghilangkan karang gigi plak

Pastikan Anda menyikat gigi dengan benar, sikat semua bagian gigi dengan gerakan dari atas ke bawah. Pertimbangkan menggunakan sikat gigi elektrik karena lebih efektif membersihkan plak 10-40% ketimbang sikat gigi biasa. Jangan lupa utk membersihkan lidah Anda menggunakan alat pembersih lidah (atau gunakan sikat gigi secara perlahan).
Kumur-kumur dgn mouthwash yang mengandung Plax (Contoh: Listerine)

Sebuah studi menunjukkan bahwa berkumur dengan larutan kumur yg mengandung plax sangat efektif untuk membantu menghilangkan plak gigi. 30 detik berkumur dengan plax mampu mengurangi karang gigi sampai 22%, dimana hal ini makin meningkat menjadi 34% bila langsung diikuti dengan menyikat gigi.
Flossing (Benang Gigi)

Flossing memiliki fungsi sama pentingnya dengan menyikat gigi untuk membersihkan plak pada gigi. Benang gigi mampu menghilangkan plak yg berada diantara permukaan gigi Anda dimana sikat gigi tidak dapat mencapainya.
Melakukan pembersihan reguler (scaling) ke Dokter Gigi

Menyikat, flossing, ataupun menggunakan mouthwash mengandung Plax memang bisa bisa menghilangkan karang gigi namun Tips dan Trik menyarankan Anda untuk mengunjungi dokter gigi minimal setiap 6 bulan sekali. Dan bila karang gigi sangat banyak dan menumpuk, dokter gigi bisa melakukan scaling & root planning yang mampu membersihkan gigi dari Plak / karang gigi dengan cepat .
Cara mencegah Karang Gigi:
Batasi makanan ringan, makanan manis & makanan bertepung yang Anda konsumsi setiap harinya sepanjang hari.

Mengunyah permen karet tanpa gula setelah makan
Jangan merokok karena dapat membuat noda pada gigi
Bilas mulut Anda dengan air setelah makan, dan jangan lupa menggosak gigi.

Senin, 23 September 2013

Cara Merawat Gigi Belubang Agar Tidak Sakit


Tahap-tahap, gejala dan pengobatannya gigi keropos, berlubang, rusak:

    Bila Lubang masih kecil, biasanya tidak tampak sebagai lubang serupa bintik hitam pada permukaan, biasanya belum menyebabkan rasa sakit gigi. Namun, ini adalah awal dari suatu karies (lubang gigi). Kalau segera ke dokter gigi, mungkin bisa langsung ditambal.

    Pada saat lubang menjadi tambah besar dan dalam dan masih pada lapisan email, mulai timbul rasa ngilu terhadap rangsang manis.Kalau ke dokter gigi, biasanya masih bisa ditambal, kadang-kadang perlu diobati dulu sekali.

    Kalau tidak dirawat, proses tersebut pada tahap 2 akan berlanjut dan lubang akan jadi makin besar serta mencapai lapisan tulang gigi (dentin). Gigi mulai sakit terhadap rangsang dingin, dan akhirnya juga terhadap rangsang panas. Bila ke dokter gigi, masih bisa ditambal tapi harus diobati dulu, mungkin perlu pelapis atap syaraf gigi.

    Akhirnya pulpa (saraf) gigi meradang, dan gigi sakit dengan rasa berdenyut yang cukup hebat dan terus menerus., apa lagi saat kta berbaring / tidur. Bila ke doktergigi, masih bisa ditambal tetapi syaraf gigi harus dimatikan dulu, lalu dirawat, diawetkan dan akhirnya ditambal.

    Bila dibiarkan, lama-lama gigi mati dan “lucunya” gigi jadi tidak ada rasa sakit lagi, padahal penyakitnya jalan terus. Bila ke dokter gigi, kadang-kadang masih diobati dan dirawat endodontik lalu diawetkan dan ditambal. Sementara itu jaringan gigi makin habis terkikis,sehingga sering terlihat gigi yang warnanya hitam karena lubang yang sudah begitu besar.

    Bila dibiarkan lagi , proses ini berakhir dengan infeksi gigi dan bisa juga disertai abses yang bernanah dengan pembengkakan gusi sampai pipi.

    Biasanya gigi sudah mulai goyang, karena sudah kehilangan jaringan tulang pendukungnya. Indikasi perawatan gigi seperti biasanya harus direlakan dicabut.

    Kalau luka pencabutan sudah sembuh, bisa dibuatkan gigi palsu.

Satu-satunya cara untuk mengatasi gigi berlubang adalah dengan mengobati, merawat, dan akhirnya menambalnya kalau masih mungkin. Kalau sudah terlambat dan enggak ketulungan yaaa….terpaksa dicabut !
Catatan :

    a. kadang-kadang lubang gigi tersembunyi letaknya sehingga sulit terlihat, padahal sudah mulai menimbulkan keluhan.

    b. makin terlambat kita mengobati gigi karies / keropos, makin lama pula perawatan, makin banyak waktu, tenaga dan biaya terbuang.

    c. Bila gigi yang sudah membusuk dibiarkan :
    Pengaruh gigi berlubang terhadap kesehatan bagian tubuh lainnya. Ada suatu teori yang disebut Focal Infection, yang secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut; bila ada gigi berlubang dan sudah membusuk dibiarkan tanpa perawatan atau dicabut, bisa (tetapi tidak selalu) menyebabkan kelainan pada bagian lain dari tubuh kita

    Seperti mata jadi terganggu, rematik, kelainan jantung, ginjal dan lain sebagainya. Gatal-gatal termasuk kemungkinan yang bisa terjadi. Selain itu gigi yang sudah mati / busuk membuat bau mulut tidak sedap.

Untuk menambah/mendapatkan pemahaman lebih utuh tentang gigi ngilu, saya sampaikan info berikut.
Gigi sensitif adalah gigi yang menjadi ngilu lebih dari biasanya bila menerima rangsang tertentu, seperti rasa manis, dingin, panas, asam dsb., bahkan tekanan seperti pada saat mengunyah. Keluhan ini terasa karena biasanya permukaan gigi paling luar (email) tidak utuh lagi karena adanya lubang atau gusi yang menyusut. Akibatnya jarak antara syaraf gigi dengan permukaan luar gigi jadi lebih dekat atau bahkan jadi terbuka kalau lubang gigi sudah demikian dalam).

Gigi bisa ngilu / sensitif karena :
a) gigi ini mulai berlubang, terutama ngilu kalau kena dingin, yang manis-manis, asam. Kalau kena panas ngilu/sakit, sudah mulai parah. Obatnya: perawatan dan penambalan
b) gusi pada bagian leher gigi mulai menyusut sehingga leher gigi yang tadinya tertutup gusi, sekarang jadi terbuka dan bagian inilah yang terasa ngilu. Disikat atau kena angin juga ngilu. Obatnya : kalau masih ringan diberi obat oles khusus (topical application), atau pemakaian pasta gigi yang dibuat khusus untuk gigi sensitif dapat juga digunakan.
Kalau sudah parah terpaksa ditambal.
c) gusi menyusut terjadi karena meningkatnya usia, bisa juga karena cara gosok gigi yang salah – disikat dengan arah melintang terhadap poros gigi, terlalu menekan dan atau bulu sikat kaku – kurang halus (gusi jadi susut, leher gigi lama-lama terkikis dan jadi legok). Ngilu kalau disikat, kena rangsang dingin, manis, asam, bahkan mungkin kalau sekedar kena angin juga.
Obatnya : sama seperti butir b)
d) Ada cara perawatan yang khusus disebut gingivoplasty, yaitu penambahan jaringan gusi yang kita ambil dari bagian lain.
e) Cara lain adalah dengan penutupan dengan gusi buatan dari semacam bahan plastik, bisa dipasang dilepas sendiri oleh pemakainya.
f) permukaan kunyah gigi sudah mulai aus, sehingga bagian “email” pada bagian ini mulai terkikis. Bagian gigi yang tadinya terlindung email dan sekarang jadi terbuka karena emailnya menipis, jadi ngilu. Salah satu penyebabnya : kebiasaan mengerot (bruksisma – mengisar-ngisar gigi- kayak orang geregetan terutama waktu tidur).
Obatnya : kalau belum parah ditambal, kalau sudah parah dimatikan syarafnya lalu dirawat dan akhirnya ditambal..
Waktu penyembuhan / pengobatan / perawatan tergantung berat ringan kasusnya.

Perlu juga kiranya dipahami hal-hal berikut :
Dalam dunia kesehatan ada yang namanya upaya pencegahan ada juga upaya pengobatan.
Upaya pencegahan ini meliputi antara lain pemeliharaan kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut (“gosok gigi”), pengaturan diet (pola dan jenis makanan). dsb. , termasuk penggunaan pasta gigi. Semua hal ini bisa dilakukan sendiri dan kalau upaya dilakukan secara optimal, kemungkinan besar kita terhindar dari sakit penyakit.
Sebaliknya, kalau gigi sudah berlubang, ngilu, berdenyut, sakit, gusi sudah memerah, berdarah apa lagi bengkak, tahapnya sudah masuk kepada upaya pengobatan.
Kalau keadaan ini sudah terjadi, untuk menyembuhkannya anda perlu bantuan dokter, karena tidak bisa ditangani sendiri.
Itulah sebabnya “pencegahan selalu lebih baik ketimbang pengobatan”.


Senin, 09 September 2013

Tips Merawat Gigi Keropos


Mempunyai kondisi gigi berlubang memang sedikit mengganggu dari segi penampilan karena penampakan gigi akan mengganggu dan kadang menimbulkan bau tidak sedap karena bau mulut.

cara merawat gigi berlubang

Meski terkadang keberadaan gigi berlubang tidak dapat terlihat dengan jelas, tetapi beberapa tanda gigi berlubang dapat diketahui dengan mengenali ciri-cirinya seperti halnya ada tampak bintik-bintik hitam pada permukaan gigi, meski belum menyebabkan rasa sakit.

Bila keberadaan bintik-bintik tersebut dibiarkan, maka bukan tidak mungkin jika pada suatu saat akan timbul lubang pada permukaan gigi dan akan disertai dengan rasa ngilu ketika terjadi rangsangan rasa asam atau manis dari makanan yang dikonsumsi. Bila hal ini masih tetap dibiarkan berlarut, maka bukan tidak mungkin pula lubang gigi akan semakin besar, dan kedalamannya akan mencapai lapisan tulang gigi.

Untuk anda yang mengalami masalah gigi berlubang dan keropos, berikut ini adalah beberapa langkah dan tindakan yang bisa diambil untuk membuat kondisi gigi jadi lebih baik.

Tips mengatasi gigi berlubang
Tahapan dan gejala gigi berlubang

    Bila Lubang masih kecil, biasanya tidak tampak sebagai lubang serupa bintik hitam pada permukaan, biasanya belum menyebabkan rasa sakit gigi. Namun, ini adalah awal dari suatu karies (lubang gigi). Kalau segera ke dokter gigi, mungkin bisa langsung ditambal.

    Pada saat lubang menjadi tambah besar dan dalam dan masih pada lapisan email, mulai timbul rasa ngilu terhadap rangsang manis.Kalau ke dokter gigi, biasanya masih bisa ditambal, kadang-kadang perlu diobati dulu sekali.

    Kalau tidak dirawat, proses tersebut pada tahap 2 akan berlanjut dan lubang akan jadi makin besar serta mencapai lapisan tulang gigi (dentin). Gigi mulai sakit terhadap rangsang dingin, dan akhirnya juga terhadap rangsang panas. Bila ke dokter gigi, masih bisa ditambal tapi harus diobati dulu, mungkin perlu pelapis atap syaraf gigi.

    Akhirnya pulpa (saraf) gigi meradang, dan gigi sakit dengan rasa berdenyut yang cukup hebat dan terus menerus., apa lagi saat kta berbaring / tidur. Bila ke doktergigi, masih bisa ditambal tetapi syaraf gigi harus dimatikan dulu, lalu dirawat, diawetkan dan akhirnya ditambal.

    Bila dibiarkan, lama-lama gigi mati dan “lucunya” gigi jadi tidak ada rasa sakit lagi, padahal penyakitnya jalan terus. Bila ke dokter gigi, kadang-kadang masih diobati dan dirawat endodontik lalu diawetkan dan ditambal. Sementara itu jaringan gigi makin habis terkikis,sehingga sering terlihat gigi yang warnanya hitam karena lubang yang sudah begitu besar.

    Bila dibiarkan lagi , proses ini berakhir dengan infeksi gigi dan bisa juga disertai abses yang bernanah dengan pembengkakan gusi sampai pipi.

    Biasanya gigi sudah mulai goyang, karena sudah kehilangan jaringan tulang pendukungnya. Indikasi perawatan gigi seperti biasanya harus direlakan dicabut.

    Kalau luka pencabutan sudah sembuh, bisa dibuatkan gigi palsu.
Tindakan yang perlu dilakukan jika ada gigi berlubang

    Konsumsi multivitamin yang dapat membantu penyerapan kalsium untuk menguatkan gigi yang berlubang.

    Gunakan pasta gigi khusus berlubang yang mengandung flouride untuk mencegah pembesaran lubang pada gigi.

    Sikat gigi secara perlahan, mulai dari bawah ke atas. Lakukan minimal dua kali sehari yaitu pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.
Hindari makanan dan minuman manis atau asam untuk mencegah terjadinya rasa ngilu.  
    Pemeliharaan gigi harus dilakukan setiap enam bulan sekali untuk memastikan kebersihan dan kesehatan gigi.  

    Gunakan sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut. Untuk menjangkau bagian terdalam, gunakan pasta gigi anak-anak yang ukurannya lebih kecil.  

    Tahap berikutnya dokter akan melakukan pengobatan. Jika kondisinya sudah membaik maka rasa ngilu sudah tidak dirasakan lagi dan dokter akan melakukan penambalan pada gigi Anda.

Nah, demikian tips kali ini, semoga masalah gigi berlubang anda dapat teratasi.
Selamat mencoba dan semoga berhasil :)